Iklan

Allah Tak Suruh Kita Kaya. Allah Cuma Suruh Cari Rezeki dan Bersedekah


uang2

Allah tidak menyuruh kita kaya
Allah cuma menyuruh kita mencari rezeki yang halal.
Orang kaya dan orang miskin bisa melakukan ini.

Allah tidak mewajibkan kita kaya di mana jika kita miskin berarti dosa.
Allah cuma menyuruh kita bersedekah.
Orang kaya dan orang miskin bisa bersedekah. Meski dgn sebiji korma atau cuma dgn senyum.

Berapa banyak orang kaya misalnya punya yang rp 200 milyar tapi tak mau mencari rezeki yang halal? Cuma berharap uangnya berlipat ganda dari Kanjeng Dimas atau program “Investasi” yang tidak jelas?

Berapa banyak orang kaya tapi tak mau sedekah? Mereka justru memakai kekayaannya untuk bermewah2 dan berfoya2. Menumpuk harta.
Sebaliknya banyak juga orang miskin, tapi tetap bersedekah.

Kaya boleh.

Tapi hendaknya tetap sederhana.

Saat Umar ra memasuki kamar Nabi: Aku lalu segera masuk menemui Rasulullah saw. yang sedang berbaring di atas sebuah tikar. Aku duduk di dekatnya lalu beliau menurunkan kain sarungnya dan tidak ada sesuatu lain yang menutupi beliau selain kain itu. Terlihatlah tikar telah meninggalkan bekas di tubuh beliau. Kemudian aku melayangkan pandangan ke sekitar kamar beliau. Tiba-tiba aku melihat segenggam gandum kira-kira seberat satu sha‘ dan daun penyamak kulit di salah satu sudut kamar serta sehelai kulit binatang yang belum sempurna disamak. Seketika kedua mataku meneteskan air mata tanpa dapat kutahan.

Rasulullah bertanya: Apakah yang membuatmu menangis, wahai putra Khathab?

Aku menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, tikar itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak melihat yang lain dari apa yang telah aku lihat. Sementara kaisar Romawi dan raja Persia bergelimang buah-buahan dan sungai-sungai sedangkan engkau adalah utusan Allah dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini.

Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putra Khathab, apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka? Aku menjawab: Tentu saja aku rela…” (Shahih Muslim No.2704)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: