Iklan

Hidup Mewah dan Siksa Allah


Saya cari kata “MEWAH” di Al Qur’an,
semua ayat yang muncul berkaitan dengan orang2 yang akan disiksa Allah di neraka…

“…dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” [Huud 116]

“Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” [Al Israa’ 16]

“Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.” [Al Mu’minuun 64] 

“Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” [Saba’ 34]

“Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.” [Az Zukhruf 23]
“Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” [Az Zukhruf 25]

“Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.” [Al Muzzammil 11]

“Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih dan dalam naungan asap yang hitam.
Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.
Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.” [Al Waaqi’ah 41-46]

Kenapa Allah menyiksa orang yang hidup mewah?
Pertama bisa jadi harta mereka dari yang haram. Dari mencuri, merampok, korupsi, dsb.
Kedua, bahkan jika harta itu halal pun mereka bermewahan sementara di sekeliling mereka masih banyak orang yang miskin dan kelaparan.
Nabi berkata tidaklah beriman orang yang tetangganya kelaparan sementara dia tidur dengan perut kenyang.

Nah tidur dengan perut kenyang saja sudah tidak beriman. Bagaimana dengan bermewah-mewahan sementara sekeliling kita banyak yang miskin?

Nabi membuang cincin emas dan baju sutera. Itu karena beliau benci dengan kemewahan. Padahal kalau mau, beliau mampu hidup mewah.

Orang yang hidup mewah itu tidak optimal dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah. Masih tersisa banyak untuk ditumpukkan ke dalam rumah mewah, mobil mewah, dsb.

http://media-islam.or.id/2012/10/16/hidup-sederhana-menurut-islam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: