Iklan

Dakwah Islam dengan Lemah Lembut


“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” [Thaahaa 43-44]

Itu ayat Al Qur’an untuk Fir’aun yang tidak mengakui ada Tuhan bahkan mengaku dirinya sebagai Tuhan.
Jika terhadap Fir’aun saja Allah memerintahkan kita untuk berdakwah dengan lemah lembut, apalagi terhadap Muslim yang mengucapkan kalimat Syahadah dan masih sholat menyembah Allah.
Tidak sepantasnya seorang Muslim “berdakwah” dengan menghina atau memaki sesama Muslim.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” [Ali ‘Imran 159]

Jika kita mengamalkan perintah Allah di atas, niscaya kita tidak akan menghina sesama Muslim dengan berbagai sebutan yang kita sendiri tidak suka seperti Ahlul Bid’ah, Sesat, Musyrik, Kafir, Penyembah Kuburan, dan sebagainya. Jika itu kita lakukan, bukan tidak mungkin kita dipukul atau ditimpuk.

Jika ditimpuk, jangan bangga seolah-olah seperti Nabi yang ditimpuk kaum kafir yang menyembah berhala. Kalau yang menimpuk adalah sesama Muslim, harusnya kita introspeksi, jangan-jangan justru kita yang sesat karena Nabi tidak pernah ditimpuk oleh sesama Muslim. Menurut Nabi, sesama Muslim itu justru ibarat 1 tubuh. Bersaudara!

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.” [Al ‘Ankabuut 46]

Terhadap Ahli Kitab yang menyembah 3 Tuhan seperti Tuhan Bapa, Yesus, dan Roh Kudus serta ingkar kepada Al Qur’an dan Nabi Muhammad pun kita harus berdebat dengan cara yang paling baik (kecuali bagi orang yang memerangi Islam), apalagi dengan sesama Muslim!

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” [Al Muzzammil 10]

Allah memerintahkan kita berdakwah dengan bijaksana dan cara yang baik. Bukan dengan cara yang kasar dan buruk seperti Su’u Zhon (Sangka Buruk), Ghibah (membicarakan aib orang), bahkan Fitnah:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [An Nahl 125]

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. ” [Fushshilat 34]

Ikuti perintah Allah, jangan yang lainnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: