Iklan

Ummat Islam Hendaknya Mengaku Sebagai Muslim. Bukan Lainnya


Saya lihat saat ini sebagian Muslim tidak puas mengaku sebagai Muslim saja. Tapi lebih senang memakai sebutan lain seperti Salafi, Muwahidun, Ikhwan, dan sebagainya. Walhasil mereka jadi terpecah-belah dan mudah diadu-domba. Masing-masing kelompok bangga atau fanatik atas kelompok mereka sendiri atau ashobiyyah. Tak jarang saling cela dan saling hina meski Allah mengharamkan itu [Al Hujuraat 11-12].
Padahal harusnya kita cukup mengaku sebagai Muslim saja sebagaimana yang diajarkan Allah dan RasulNya.

Allah yang menamakan kita sebagai Muslim sejak dahulu:

هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ

“…Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..” [Al Hajj 78]

Jadi untuk apa mencari nama lain yang di Al Qur’an belum tentu ada?

Dalam doa Iftitah yang kita biasa baca setiap sholat, kita berkata bahwa kita adalah Muslim:

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ

Tiada sekutu bagiNya karena dengan itu aku diperintah. Dan ketahuilah sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim

وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“…Katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri (Muslimuun).”  [Al ‘Ankabuut 46]

وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

“… wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim.”  [Al A’raaf 126]

إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“…Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk Muslimiin (orang-orang yang berserah diri)”. [Al Ahqaaf 15]

وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“..Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah Muslimin” [Ali ‘Imran 52]

سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim”. [Ali ‘Imran 64]

وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang Muslim yang lurus dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

أَلا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

“Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang Muslim.” [An Naml 31]

وَمَا أَنْتَ بِهَادِ الْعُمْيِ عَنْ ضَلالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ

Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka menjadi Muslim ” [An Naml 81]  

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” [An Naml 91]

وَمَا أَنْتَ بِهَادِ الْعُمْيِ عَنْ ضَلالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang Muslim ” [Ar Ruum 53]

يَا عِبَادِ لا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ

الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ

“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang Muslim” [Az Zukhruf 69]

وَأُمِرْتُ لأنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama Muslim.” [Az Zumar 12]

Banyak sekali bukan ayat-ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa Allah menyebut kita sebagai Muslim dan memerintahkan kita jadi Muslim?

Itu baru sebagian ayat. Belum seluruh ayat yang saya tampilkan. Kalau mau lebih banyak lagi, silahkan cari di dalam Al Qur’an.

Jika kita cukup mengaku sebagai Muslim kemudian berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Hadits dan senantiasa saling nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran, niscaya ukhuwah Islamiyyah akan terwujud dan ummat Islam akan senantiasa bersatu.

Memang ada sebutan yang lebih tinggi yaitu Mukmin (Orang yang beriman) dan juga Muttaqiin (Orang yang Takwa). Tapi kita tak pantas menamakan diri kita sebagai Mukmin atau pun Muttaqiin. Itu Allah yang menilai apakah kita memang termasuk golongan itu.

Ada pun orang yang memecah-belah Islam dengan membuat berbagai sebutan lain kemudian berbangga-bangga itu dilarang. Misalnya mengaku sebagai Salafi kemudian su’u zhon dan menuduh Muslim lain sebagai Ahlul Bid’ah, Penyembah Kuburan, Syirik, Sesat, dan sebagainya itu keliru:

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al An’aam 159]

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

“yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. ” [Ar Ruum 32]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: